“In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa-'tum falaha” (QS. chapter 17:7)
Minggu, 08 Maret 2015
Rayuan Gombal Vs Seriously Words
KANGEN KOSAAAANNN….
Assalamualaikum warga
Bandung khususnya Maleer II, mangga bagi
yang merasa warga Maleer II komen di postingan atau di chatbox-nya yaaa… :D Kenapa? Karena malam ini pukul 23:40 seorang
bidadari dari Lebak akan mengumumkan tentang rasa rindunya yang dalam teruntuk warga
Maleer II yang pernah menjadi sejarah kehidupan. LOL :P Dimana lagi kalau bukan
di kosan muslimah No. 42? Ingin menyapa Bapak Kos, Ibu Kos, anak-anak kos 42,
ada 3 bidadari dari Lombok, 1 bidadari
dari Purwakarta, 2 bidadari dari Jatinangor, dan 2 dari Cirebon, dan satu lagi
yang tertinggal di Lebak, Banten :D Bidadari dari Lebak juga ingin menyapa para
tetangga, seseorang berinisial
Rabu, 04 Maret 2015
Liburan Seru Di Pantai Sawarna (Part 3)
Yee
ini dia Karang Dua yang menjadi ikon Pantai Sawarna. Saya berada kurang lebih
100 Meter dari karangnya. Baiklah kami harus berjalan untuk sampai menyentuh
karangnya.
Liburan Seru Di Pantai Sawarna (Part 2)
Rupanya sudah dua hari jadi orang Sawarna, kami mulai
kehabisan cara untuk menghabiskan waktu, selain hanya makan, nonton tv dan
bermain di pantai. “Kemana lagi ya?” sambil berayun di ayunan depan kamar. Sabtu,
21 Februari 2015. Kami ditawari jalan-jalan ke beberapa tempat oleh pemandu
wisata tapi kami menyebutnya ojeg pemandu wisata :D
Liburan Seru Di Pantai Sawarna (Part 1)
Assalamualaikum, sahabat setia Ratih. Masih setia kah kalian
membaca blogku yang sederhana ini? :D Mudah-mudahan kalian masih setia ya, karena
ada beberapa hal dalam hidup ini yang ingin aku bagikan kepada kalian. Kali ini
aku akan bercerita tentang liburan seru aku di pantai Sawarna pada beberapa
Minggu yang lalu, hehe… kali ini aku akan selipkan beberapa fhoto kenangan saat
di pantai. Tujuannya biar lebih hidup aja ya ceritanya. Kalian siap-siap aja
baca carita seru ku yang panjang dan banyak ini saat di pantai Sawarna, Lebak,
Bayah…
Senin, 12 Januari 2015
Bingung Ngasih Judul (Part 3)
Setelah kejadian kemarin, Me and my family back to simple life and
wolk on the daily act as ussualy. Hidup itu memang hanya perlu untuk terus
dijalani dan dihadapi apapun rintangan yang ada di depan. Jangan kebanyakan
mengeluh dan jangan takut dalam melakukan suatu hal yang benar, karena
ketakutan hanya akan menjadi penghambat dalam mencapai tujuan. Ohoho… (Ciyee
bijak) Ya, beneran loh. Sok aja
buktikan sendiri kalau gak percaya. Waktu SMP aku punya
Minggu, 11 Januari 2015
Bingung Ngasih Judul (Part 2)
Selesai percakapan dalam telepon itu,
Umi yang memperhatikanku daritadi menjadi penasaran dan segera
mengintimidasiku.
“Siapa? Kenapa? Ada apa katanya?”
“Mimi tahu Pak ‘A’ Kepala SMPN 1 ‘G’?”
“Ya, tahu. Itu teman Papah dulu.
Beliau waktu masih bekerja disini sempat main ke rumah, Ceuceu gak akan tahu
karena waktu itu usia Ceuceu masih 5-6 tahun.”
“Lho, Ceuceu emang gak tahu, Mi. Tapi
kenapa beliau menelpon Ceuceu dan menanyakan hal-hal yang aneh?”
“Memang menanyakan apa?”
“Ya seputar perkuliahan, pekerjaan,
jodoh, dan orang-orang yang pernah dekat dengan Ceuceu. Apakah Papah yang
memberi tahu semua itu? Lalu untuk apa?”
Sabtu, 10 Januari 2015
Bingung Ngasih Judul (Part 1)
Kalian tahu lagu Fatin Shidqia Lubis
yang jadi soundtrack film “99 Cahaya di Langit Eropa”? Ih aku seneng banget
sama intronya, yang memadukan beberapa instrument musik yang khas dengan Negara
Eropa namun berkesan religi. Dibawakan oleh Fatin yang suaranya tak kalah khas
sehingga menjadi perpaduan yang awesome. Jum’at
sore kemarin pukul 16.47 wib lagu itu berkumandang di hape ku, pertanda ada
telpon masuk J (ciye yang dijadiin ringtone) ♫
terorereng reeng reeng teroreng…
Jumat, 09 Januari 2015
Selesai Kuliah Enaknya Ngapain Ya?
Bismillahirahmanirahiim,
akhirnya setelah selesai pendidikan D3 di Bandung sekarang aku ada di rumah
dalam keadaan sehat dan bersantai ria sampai bisa nyempetin waktu buat berbagi
cerita lagi.
Mudah-mudahan
kalian masih setia ya… buat nunggu postingan-postingan aku selanjutnya.
Sebenarnya di dunia ini banyak banget lho kisah dan cerita seru yang kita lalui
di setiap harinya. Hanya saja buat sebagian orang ada yang langsung
menceritakannya kepada oranglain, ada juga yang secara diam-diam ngeposting
lewat tulisan. I think it’s nothing wrong
between both options, yang terpenting adalah niat kita untuk berbagi
pengalaman bersama oranglain.
Kamis, 28 Agustus 2014
Little Story With My Grandma, Mama, Big Brother,and Little Sister (Edisi Munggahan)
Entah karena malas atau sudah tidak ada bakat lagi dalam
dunia kepenulisan, yang jelas untuk memposting satu artikel saja rasanya berat
sekali. Tidak ada wacana yang terpikirkan untuk dibahas, alhasil hanya
berencana menulis beberapa paragraf saja dari pengalaman.
Ada beberapa kisah seru yang mau aku bagikan untuk kalian,
sebenarnya aku engga yakin kalian mau baca ini. Tapi setidaknya aku sudah
berbagi beberapa kisah ku lewat tulisan lagi.
Saat ini, sambil memutar playlist “bersyukur” dari Opick
feat. Amanda yang syahdu, kedua mata ku terbelalak memandangi hitam pekat
langit malam. Satu hari lagi menginjak puasa Ramadhan 1436 H, “marhaban ya
ramadhan…” Mohon maaf lahir batin, mudah-mudahan berkah ramdhan sampai kepada
kita semua, aamiin.
Rabu, 04 Juni 2014
Cuap Cuap (Edisi Milad GS)
Alhamdulillah, segala nikmat alunan suasana pagi yang Allah berikan
menghantarkanku sampai pada kondisi yang mana tak kalah nikmatnya dari melihat pemandangan
yang paling indah di dunia, yaitu nikmat sehat. Setelah 1 Minggu lebih terjatuh sakit gara-gara ISPA, aku jadi
tak boleh beraktivitas berat dulu, terlebih alergi debu dan dingin yang sangat
menyakiti hidung dan tenggorokan membuat aku sedikit risih dan akhirnya
memutuskan untuk beristirahat sejenak dari aktivitas luar dan malam.
Tadinya,
rencana awalku hari ini adalah pergi ke Puskesmas. Bukan untuk berobat tapi
untuk melaksanakan tugas praktek kerja lapanganku, tapi karena anjuran Dokter
akhirnya aku harus istirahat lagi, sehari lagi J Hari ini juga bertepatan dengan ulangtahun Pers Mahasiwa Gema Suara dan
aku masih
Tips Menghadapi Pasangan Yang Sibuk ^_^
Pernah
enggak sih, kalian dekat atau lebih fix-nya
lagi “hubungan” sama salah satu orang penting. Yang pekerjaannya seharian itu
engga ada selesai-selesainya? Seringkali ditinggalin, dicuekin, sms engga
dibalas, telepon engga diangkat apalagi ketemu setiap hari engga usah mimpi deh.
Apa sih yang diharapin dari orang sibuk? Bahkan sekalipun we are special buat dia, tapi tetap aja kita seringkali kebagian persisaan
waktu dari dia.
Kalau hal ini seringkali terjadi
dan tidak ada penyelesaian yang buat masalah clear, pada akhirnya kita sampai di titik jenuh, bosen, “bête” dan
akhirnya mencari kesenangan lain buat ngobatin rasa jenuh yang kita alami
sendirian. Percaya deh, biasanya orang-orang engga sabaran terutama cewek yang
kebiasaanya seneng banget dikasih diperhatian, kalau ngalamin hal kayak gini
dijamin mereka engga akan bisa tahan lama-lama dengan situasi yang “membosankan”.
Senin, 19 Mei 2014
Mahasiswa Semester 5
Ini udah deadline H-13 menuju sidang LS, dan ternyata
Maharatih ini masih nyusun BAB II. Dia sempat patah semangat karena BAB I engga
juga di ACC-ACC sama dosen pembimbingnya yang kayak Afgan itu. Entah kenapa di
mata beliau masih juga ada yang kurang, padahal penulis merasa sudah hampir
benar. Masalahnya hanya di referensi kajian ilmiah, ya sudahlah pasal 1 ayat 1,
pembimbing tidak pernah salah dan saya tidak ingin meributkan hal itu terlalu
dalam.
Ternyata begini ya rasanya
Jumat, 18 April 2014
Untuk Apa Kita Diciptakan?
Sudah ratusan tahun manusia dinasehati agar menjadi diri sendiri atau be yourself .
Namun, sampai saat ini istilah ‘menemukan diri sendiri’ masih saja
menjadi misteri sehingga nasehat di atas hanya menjadi mimpi saja. Kalau
saja kita bisa mengetahui siapa diri kita dan untuk apa kita
diciptakan, maka disanalah kita akan menemukan jalan kesuksesan kita
yang sebenarnya. Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat memandu pembaca
untuk menyadari betapa pentingnya mengetahui diri kita agar kita dapat
pula memahami maksud penciptaan diri kita oleh Yang Maha Pencipta.
Rabu, 02 April 2014
Rindu Ini Hanya Sebatas Rindu
Ternyata lentera pagi ini sudah aku nikmati sendiri jauh dari kehadiran mu. Aku sudah berjalan meninggalkan seribu bayangan dari kisah yang pernah ada, yang pernah kita rajut mimpiya bersama-sama, yang didalamnya aku dan kamu tak pernah henti menoleh senyum. Lalu ada setitik kekhawatiran dalam dada ini, seandainya engkau melupakan ku dan cerita-cerita yang pernah kita buat, lalu kita bingkis menjadi sebuah kenangan yang manis. Ternyata engkau pergi membuangnya dan tak ada sedikitpun tersisa tentang kita di masa lalu. Kita memang sudah ada di lain cerita, tapi tahukah engkau betapa aku tak pernah mampu, sedikitpun tak mampu membuang mimpi-mimpi yang didalamnya ada aku dan kita, lalu melupakan begitu saja kisah-kisah unik yang pernah mewarnai hari demi hari. Jika aku tiang-tiang beranda kelas, mungkin aku sudah menjadi saksi bisu saat kita tertawa dan terurai air mata.
Engkau sudah nampak jauh berbeda dan rindu ini hanya sebatas rindu. Tak pernah ku mengerti mengapa sesingkat ini kebersamaan yang indah antara kita, mengapa secepat angin berlalu. Dan waktu hanya menjawab "tinggalkan aku di masa lalu," sambil terus-menerus menyodorkan misteri dan keindahan di masa yang akan datang. Lembaran baru sudah menunggu pemiliknya untuk hadir memenuhi panggilan, kesedihan dan keindahan cerita akan hadir hilir-mudik melengkapi skenario kehidupan. Aku tahu, kita tak akan menjadi kita lagi di hari ini, hanya akan menjadi kita di masa lalu.Tapi ini bukan berarti kita harus pergi, sesekali kita bisa mencoba mengulang dan bersama-sama lagi merayakan kita di masa lalu dan bersyukur karena hari ini bisa jadi lebih baik dari masa lalu.
Aku rindu kalian, barisan sahabat dan kerabat! :')
Bandung, 03 April 2014...
Engkau sudah nampak jauh berbeda dan rindu ini hanya sebatas rindu. Tak pernah ku mengerti mengapa sesingkat ini kebersamaan yang indah antara kita, mengapa secepat angin berlalu. Dan waktu hanya menjawab "tinggalkan aku di masa lalu," sambil terus-menerus menyodorkan misteri dan keindahan di masa yang akan datang. Lembaran baru sudah menunggu pemiliknya untuk hadir memenuhi panggilan, kesedihan dan keindahan cerita akan hadir hilir-mudik melengkapi skenario kehidupan. Aku tahu, kita tak akan menjadi kita lagi di hari ini, hanya akan menjadi kita di masa lalu.Tapi ini bukan berarti kita harus pergi, sesekali kita bisa mencoba mengulang dan bersama-sama lagi merayakan kita di masa lalu dan bersyukur karena hari ini bisa jadi lebih baik dari masa lalu.
Aku rindu kalian, barisan sahabat dan kerabat! :')
Bandung, 03 April 2014...
Minggu, 30 Maret 2014
Jangan Hidup Seperti Mati
Selamat pagi, kamu! Kamu, kamu dan kamu! :)
Wah, sudah lama juga ya rupanya saya tidak posting blog. Kemana saja? Secara tidak langsung, pengamat blog saya pun bergeming. Ada saja, sebenarnya... Cuma beberapa tulisan rupanya belum bisa saya ekspos dan dipublikasi. Entah :D ahahaha... Jangan tanya kenapa ya...
Oke, bismillahini saya akan mencoba hadir lagi dalam dunia pemblogan. Hal pertama yang membuat saya hadir disini lagi karena request atau permintaan dari seorang fans yang ternyata diam-diam menyukai tulisan-tulisan saya, padahal selama ini saya merasa tulisan saya belum ada apa-apanya. Dia berhasil membuat saya jadi terharu :') Syukron ... Kini saya ingin menulis karya yang lebih bermanfaat lagi.
Hal kedua yang ikut serta menyumbang semangat saya adalah benda-benda mati di sekitar saya, tepatnya di meja saya ada sebinder buku, satu buah pulpen, secangkir gelas, satu perangkat headset, beberapa bingkai fhoto dan masih banyak lagi yang tidak saya sebutkan. Kenapa demikian? Saya merasa malu, saat tengah menyoroti benda-benda di sekitar saya terkapar dan bergeletakkan secara percuma. Jika mereka hidup, mungkin setiap harinya mereka mentertawakan saya. "Hei, ngapain aja?" ujar mereka.
Mereka selalu menjadi saksi bisu dalam setiap menit saya yang berlalu, setiap hari sepulang kuliah dan kerja saya selalu mengisi waktu saya dengan memutar beberapa video yang saya suka, sampai beberapa kali saya tonton tak ada bosannya atau terkadang saya hanya mendengarkan sebuah musik dan bermain game favorit saya. Diner dash one untill five Diner Dash K-Boom. Semuanya sudah pernah saya mainkan dan setiap levelnya expert :) Luar biasa, hee...
Oke, tapi bukan masalah game itu yang ingin saya bahas. Ini masalah bercermin diri dari benda mati. Bagi kamu yang hampir sama halnya dengan saya, terkadang melakukan sesuatu yang membuang waktu secara percuma. Kita harus bercermin dari benda mati, seandainya mereka hidup. Mungkin mereka sudah mentertawakan kita dengan puas. "Kamu ini sudah diberikan kesempatan hidup, tapi kesempatan hidup mu kau habiskan untuk mati!" Sekiranya seperti itulah komentar mereka. Malu kan, seandainya mereka bisa berbicara kamu akan habis-habisan dikiritisinya. Nah pada benda mati saja kita malu, apalagi pada yang menciptakan harus lebih malu. So, starting today we swear. We will doing the best ever we had, and we will be the best of what we do. Allah has given us the opportunity and must not waste it :)
Wah, sudah lama juga ya rupanya saya tidak posting blog. Kemana saja? Secara tidak langsung, pengamat blog saya pun bergeming. Ada saja, sebenarnya... Cuma beberapa tulisan rupanya belum bisa saya ekspos dan dipublikasi. Entah :D ahahaha... Jangan tanya kenapa ya...
Oke, bismillahini saya akan mencoba hadir lagi dalam dunia pemblogan. Hal pertama yang membuat saya hadir disini lagi karena request atau permintaan dari seorang fans yang ternyata diam-diam menyukai tulisan-tulisan saya, padahal selama ini saya merasa tulisan saya belum ada apa-apanya. Dia berhasil membuat saya jadi terharu :') Syukron ... Kini saya ingin menulis karya yang lebih bermanfaat lagi.
Hal kedua yang ikut serta menyumbang semangat saya adalah benda-benda mati di sekitar saya, tepatnya di meja saya ada sebinder buku, satu buah pulpen, secangkir gelas, satu perangkat headset, beberapa bingkai fhoto dan masih banyak lagi yang tidak saya sebutkan. Kenapa demikian? Saya merasa malu, saat tengah menyoroti benda-benda di sekitar saya terkapar dan bergeletakkan secara percuma. Jika mereka hidup, mungkin setiap harinya mereka mentertawakan saya. "Hei, ngapain aja?" ujar mereka.
Mereka selalu menjadi saksi bisu dalam setiap menit saya yang berlalu, setiap hari sepulang kuliah dan kerja saya selalu mengisi waktu saya dengan memutar beberapa video yang saya suka, sampai beberapa kali saya tonton tak ada bosannya atau terkadang saya hanya mendengarkan sebuah musik dan bermain game favorit saya. Diner dash one untill five Diner Dash K-Boom. Semuanya sudah pernah saya mainkan dan setiap levelnya expert :) Luar biasa, hee...
Oke, tapi bukan masalah game itu yang ingin saya bahas. Ini masalah bercermin diri dari benda mati. Bagi kamu yang hampir sama halnya dengan saya, terkadang melakukan sesuatu yang membuang waktu secara percuma. Kita harus bercermin dari benda mati, seandainya mereka hidup. Mungkin mereka sudah mentertawakan kita dengan puas. "Kamu ini sudah diberikan kesempatan hidup, tapi kesempatan hidup mu kau habiskan untuk mati!" Sekiranya seperti itulah komentar mereka. Malu kan, seandainya mereka bisa berbicara kamu akan habis-habisan dikiritisinya. Nah pada benda mati saja kita malu, apalagi pada yang menciptakan harus lebih malu. So, starting today we swear. We will doing the best ever we had, and we will be the best of what we do. Allah has given us the opportunity and must not waste it :)
Senin, 06 Januari 2014
No Tittle
Wahai Allah, Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Izinkanlah sukma ini bersujud dan bertekuk lutut memohon cahaya dan magphiroh-Mu. Kami tahu dunia ini adalah kepemilikan-Mu yang tidak ternilai harganya, yang tidak ada selain Engkau bisa menguasainya. Ampunilah atas segala khilaf dan perbuatan dosa yang telah kami lakukan. Jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang sadar atas segala dosa yang telah diperbuat dan jadikanlah kami orang-orang yang bertakwa.
Dunia ini terlalu singkat untuk hanya sekedar melakukan dosa, tapi mustahil hidup kami tanpa berbuat nista. Haruskah kami hidup saling memakan daging kami sendiri, atau haruskah kami hidup menelan pahitnya sandiwara dunia? Berikanlah kekuatan dan ketabahan kepada orang-orang yang tengah Engkau berikan ujian dan cobaan hidup, angkatlah derajat dan kuatkan imannya. Berikanlah buah dan hikmah cobaan yang manis kepada orang-orang yang shaleh dan sabar. Kami sungguh tiada apa-apanya diibanding dengan hamba-hamba-Mu yang telah Kau berikan cobaan sebelumnya. Maka jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang kuat, tegar, tak banyak mengeluh, dan senantiasa mengucap syukur dan memanjatkan doa pada-Mu. Aamiin
Dunia ini terlalu singkat untuk hanya sekedar melakukan dosa, tapi mustahil hidup kami tanpa berbuat nista. Haruskah kami hidup saling memakan daging kami sendiri, atau haruskah kami hidup menelan pahitnya sandiwara dunia? Berikanlah kekuatan dan ketabahan kepada orang-orang yang tengah Engkau berikan ujian dan cobaan hidup, angkatlah derajat dan kuatkan imannya. Berikanlah buah dan hikmah cobaan yang manis kepada orang-orang yang shaleh dan sabar. Kami sungguh tiada apa-apanya diibanding dengan hamba-hamba-Mu yang telah Kau berikan cobaan sebelumnya. Maka jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang kuat, tegar, tak banyak mengeluh, dan senantiasa mengucap syukur dan memanjatkan doa pada-Mu. Aamiin
Renungan
Hidup
di dunia ini cuma sekali dan gak akan lama, cuma sebentar menurut hitungan
Allah. Seharusnya kita sudah mulai menyadari bahwa kita hidup itu untuk mati
dan menuju kehidupan yang lebih kekal lagi. Seharusnya kita juga menyadari
bahwa dunia ini adalah ladang untuk melakukan kebaikan, tabungan amal untuk
kehidupan di akhirat nanti. Semuanya tahu dunia ini fana, tapi mengapa banyak
waktu yang di buang sia-sia dan gak berguna? Mengapa 5 yang wajib saja,
terkadang kita menyepelekan? Mengapa padahal sudah diajarkan yang benar, tapi
masih suka mengerjakan yang salah?
Wahai, Allah. Kami hanyalah manusia yang penuh kekhilafan dan kami tahu Engkau maha pengampun, Engkau selalu memberikan magpiroh-Mu kepada kami semua. Sementara kami selalu berulang-ulang melakukan kesalahan, kami tahu melawan dan berperang dengan para pesesat itu sulit. Selalu ada nafsu untuk melakukan yang salah, mereka masuk dan menggoda kami dari berbagai sudut. Mereka menyentuh hati kami, berbisik ke telinga kami, dan mereka mweracuni pikiran kami agar jauh dari-Mu. Tapi kami sadar, kami adalah makhluk yang Engkau ciptakan jauh lebih sempurna dari pada mereka, tak sepantasnya kami kalah melawan mereka, sementara kami senantiasa ada dalam lindungan-Mu.
Wahai, Allah. Kami hanyalah manusia yang penuh kekhilafan dan kami tahu Engkau maha pengampun, Engkau selalu memberikan magpiroh-Mu kepada kami semua. Sementara kami selalu berulang-ulang melakukan kesalahan, kami tahu melawan dan berperang dengan para pesesat itu sulit. Selalu ada nafsu untuk melakukan yang salah, mereka masuk dan menggoda kami dari berbagai sudut. Mereka menyentuh hati kami, berbisik ke telinga kami, dan mereka mweracuni pikiran kami agar jauh dari-Mu. Tapi kami sadar, kami adalah makhluk yang Engkau ciptakan jauh lebih sempurna dari pada mereka, tak sepantasnya kami kalah melawan mereka, sementara kami senantiasa ada dalam lindungan-Mu.
Hanya Engkau yang patut disembah dengan
sungguh-sungguh dan hanya Engkau yang patut kami takuti. Bahwa hanya Engkau yang Maha Agung dan tiada yang lain selain
Allah, Engkau pemilik setiap jiwa ini. Engkau yang berhak mengatur kehidupan ini, menjadikannya sesuai qodrat-Mu. Adapun mereka juga ciptaan-Mu dan sudah menjadi ketetapan-Mu. Allahu akbar… Seandainya semua manusia
tunduk kepada-Mu seperti para malaikat. Tapi inilah kami yang ditakdirkan sebagai
manusia yang memiliki hawa nafsu, disamping sebagai sebuah
kekurangan kami juga.
Ampunilah kami ya Rabb, kami hanya berusaha menyadari dan memahami arti hidup ini. Tiada kesempurnaan dalam diri kami, hanya mencoba menyempurnakan kesempatan yang telah Engkau berikan agar kami tidak menyia-nyiakan waktu dengan percuma.
Ampunilah kami ya Rabb, kami hanya berusaha menyadari dan memahami arti hidup ini. Tiada kesempurnaan dalam diri kami, hanya mencoba menyempurnakan kesempatan yang telah Engkau berikan agar kami tidak menyia-nyiakan waktu dengan percuma.
Mudah-mudahan
kami adalah orang-orang di akhir zaman yang taat pada ajaran Rasulullah dan
bertaqwa pada-Mu ya Rabb, yang mencintai Islam sampai mati dan menjadi orang
yang bertanggung-jawab di hadapan-Mu. Kuatkan iman kami ya Rabb untuk
menghadapi setiap ujian-Mu dan godaan setan yang menyesatkan. Terimakasih ya
Allah atas nikmat hidup ini dan agama yang benar ini.
Senin, 23 September 2013
Satu Buah Keinginan Yang Tertunda
Assalamualaikum, teman-teman blogers lagi pada sibuk apa nih? Udah pada shalat Isya? Mudah-mudahan kewajiban yang satu itu selalu diutamakan ya...
Jadi, ceritanya kemarin salah seorang kerabat saya bertanya "udah lulus D3 mau lanjut lagi enggak?" katanya. Sebut saja kerabat saya ini candy karena dia manis dan imut kemasannya. Hehe, peace ya? Saat ditanya seputar pendidikan yah jawaban saya, kepengen sih... Masalahnya, pendidikan D3 saya saat ini saja belum kelar. Hehe, mungkin satu-satu dulu diselesaikan. Walau memang kalau sudah mengangkat tema seputar melanjutkan pendidikan, membuat saya jadi grasa-grusu pengen cepat diwisuda. Ayo lho candy, tanggung jawab, grrrrr... Dibawah ini, sedikit ulasan percakapan saya dengan candy. Selamat membaca!
Jadi, ceritanya kemarin salah seorang kerabat saya bertanya "udah lulus D3 mau lanjut lagi enggak?" katanya. Sebut saja kerabat saya ini candy karena dia manis dan imut kemasannya. Hehe, peace ya? Saat ditanya seputar pendidikan yah jawaban saya, kepengen sih... Masalahnya, pendidikan D3 saya saat ini saja belum kelar. Hehe, mungkin satu-satu dulu diselesaikan. Walau memang kalau sudah mengangkat tema seputar melanjutkan pendidikan, membuat saya jadi grasa-grusu pengen cepat diwisuda. Ayo lho candy, tanggung jawab, grrrrr... Dibawah ini, sedikit ulasan percakapan saya dengan candy. Selamat membaca!
"Ini sudah jamannya lho, wanita karir. Mau dilanjut ke jenjang yang lebih tinggi kah?" Pungkasnya berapi-api, saya belum sempat menjawab dan beliau sudah lempari saya dengan seribu petuah. "Kita ini walau perempuan haruslah berpendidikan minimal D3 atau S1. Alih-alih dapat suami S2, biar tidak terlalu minder." Katanya dan saya hanya tersenyum di kulum.
"Tapi kalau sudah ada yang melamar duluan gimana?" kata saya dan beliau langsung terperangah. "Ah, kamu sudah ada yang lamar?"
"Tidak tidak, ini permisalan." Ucap saya berkilah.
"Tidak tidak, ini permisalan." Ucap saya berkilah.
Langganan:
Postingan (Atom)

